You are currently browsing the monthly archive for Juli 2009.
Pengamatan prilaku satwa di lapangan merupakan salah satu hobi yang cukup menyenangkan, akan tetapi masyarakat Indonesia belum terbiasa dalam mengumpulan dan pencatatan sebuah informasi. Sehingga seluruh informasi yang didapatkan kurang termanajemen dan terpublikasi dengan baik. Catatan-catatan aktual maupun pengalaman pribadi sangat berguna bagi generasi yang akan datang. Kita kasih contoh saja Lineus, Darwin maupun Mendel mereka selalau menuliskan pengalaman mereka tersebut. Apabila tidak mereka tuliskan melalui catatan-cacatan ilmiah maupun pribadi mereka mungkin ilmu pengetahuan tidak akan berkembang seperti saat sekarang ini. Baca entri selengkapnya »
Kelelawar merupakan mamalia yang menakjubkan dari ordo Chiroptera. Sayap mereka merupakan modifikasi dari kaki depan sehingga mereka dapat terbang. Kebanyakan jenis mamalia ini adalah insectivores atau hidup dari memangsa serangga sementara sebagiannya lagi adalah frugivores atau hidup dengan memakan buah-buahan dan hanya sedikit spesies kelelawar pemakan daging atau carnivora. Kelelawar juga berperan penting dalam ekologi, seperti membantu dakan menyerbukkan bunga dan dalam penyebaran benih. Sehingga banyak tanaman tropis sangat bergantung pada satwa ini. Baca entri selengkapnya »
Sarang merupakan sebuah tempat yang dibangun oleh satwa untuk berlindung, tempat melahirkan, atau untuk menyimpan telur dan membesarkan bayi. Sarang bisa saja berada pada daerah tertentu seperti lobang di tanah, goa, cabang pohon atau di tempat lain yang memungkinkan atau tempat yang membuat satwa tersebut nyaman. Pada beberapa satwa seperti burung, seringkali membuat sarang dari ranting, rumput, lumpur, atau dedaunan. Dalam bentuk sederhana, sarang bisa saja hanya merupakan lekukan pada tanah, atau lubang pada pohon, bebatuan, atau bangunan. Kadang beberapa bahan buatan manusia seperti tali, plastik, kain, rambut, kertas, dll, juga digunakan untuk membangun sarang. Baca entri selengkapnya »
Menurut Reply (1971) dan Valli dan Summer (1990) mengatakan bahwa orang dinasti Han telah mengadakan hubungan kerjasama perdagangan dengan penduduk pribumi semenjak permulaan abat ke 6 Sm. Para pedagan Cina ini membawa manik-manik dari kaca dan guci-guci untuk di tukarkan dengan cula badak, gading gajah, sarang burung, getah damar, karet dan rotan. Baca entri selengkapnya »
Indonesia merupan negara yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, mulai dari komponen biotik maupun pada komponen abiotiknya. keanekaragaman atau biodiversity merupakan totalitas gen, jenis dan ekosistem yang terdapat pada suatu wilayah atau variasi dan variabilitas di antara organisme hidup dan lingkungan di mana mereka berada.
Keanekaragaman hayati bisa juga di defenisikan sebagai suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dan dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Baca entri selengkapnya »

(Panthera tigris sumaterae, Pocock. 1929)
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi (Megabiodiversity). Tingginya keanekaragaman hayati ini bisa dilihat bahwa lebih kurang 10 persen seluruh jenis makhluk hidup di dunia terdapat di Indonesia, meskipun luas daratan Indonesia hanya 1,3 persen luas daratan dunia. Salah satu faktor penyebab tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia adalah terdapatnya hutan tropis basah. Hutan tropis basah dikenal sebagai salah satu tipe ekosistem yang kaya akan jenis, baik hewan maupun tumbuhannya. Baca entri selengkapnya »
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!






Komentar Terakhir