Pengambilan data

Pengambilan data

Pengamatan prilaku satwa di lapangan merupakan salah satu hobi yang cukup menyenangkan, akan tetapi masyarakat Indonesia belum terbiasa dalam mengumpulan dan pencatatan sebuah informasi. Sehingga seluruh informasi yang didapatkan kurang termanajemen dan terpublikasi dengan baik. Catatan-catatan aktual maupun pengalaman pribadi sangat berguna bagi generasi yang akan datang. Kita kasih contoh saja Lineus, Darwin maupun Mendel mereka selalau menuliskan pengalaman mereka tersebut. Apabila tidak mereka tuliskan melalui catatan-cacatan ilmiah maupun pribadi mereka mungkin ilmu pengetahuan tidak akan berkembang seperti saat sekarang ini.

Pengumpulan informasi secara menyeluruh haruslah dengan bentuk tertulis supaya informasi tersebut dapat mempermudah pengamat dalam merekam temuan-temuan terbaru di lapangan yang berkaitan dengan objek satwa. Selain itu informasi data dalam bentuk tertulis lebih berbobot nilai ilmiahnya. Dalam pengumpulan informasi keberadaan satwa salah satunya di lihat dari bentuk aktifitas yang di tinggalkannya, seperti kotoran, jejak, cakaran, bekas makan yang di tinggalkan dan lain-lainnya.

Kotoran
Kotoran merupakan produk buangan saluran pencernaan dari hewan yang di kelurkan melalui anus atau kloaka dalam bentuk boli. Kotoran ini bisa menjadi petunjuk hawan pemiliknya, sebab masing-masing hewan meiliki ciri-ciri kotoran tertentu. Ciri-ciri spesifik dari suatu kotoran hewan dapat dikenali dari jenis pakan yang dimakannya. Apakah hewan ini termasuk golongan pemakan tumbuhan atau pemakan daging. Selain itu kotoran juga bisa menentukan wilayah jelajah, jumlah populasi dan niche dari satwa tersebut.

Pada hewan pemakan daging, biasanya kotorannya menunjukkan hewan yang dimangsanya yang dicirikan dengan ditemukan rambut, serpihan tulang atau gigi satwa mangsa mereka. Selain itu kotoran juga dapat dijadikan alat alat untuk mengetahui keberadaan satwa tersebut. Pada hewan pemakan tumbuhan juga dapat dilihat rekaman tumbuhan yang dimakannya berbentuk boli.

Cakaran
Pencakaran merupakan aktivitas penggoresan kuku biasanya dilakukan oleh karnifora pada kulit pohon sehingga meninggalkan bekas pelukaan. Ciri utama bekas pelukaan oleh karnivora besar mengarah ke bawah atau kesamping dalam. Arah luka cakaran dapat di ketahui dari adanya sisa kulit yang menggulung di akhiran goresan. Pada hewan pemakan tumbuhan ini bukan berbentuk bekas cakaran, akan tetapi berbentuk goresan atau gesekan oleh tanduk, gading atau cula dari binatang tersebut.

Bekas telapak kaki.

Bekas telapakkaki merupakan rekaman telapak kai yang tercetak di tanah akibat terinjak oleh hewan tersebut padawaktu merek bergerak. Bekas telapak kaki ini digunakan untuk mengetahui jenis hewan pemiliknya, karena setiap hewan mempunyai tipe jejak yang berbeda-beda. Bukti temuan bekas telapak kaki ini memberikan informasi bahwa suatu hewan tersebut pernah hadir di lokasi dimana bekas telapak kaki tersebut di jumpai.

Suara
Suara merupakan buyi yang dikeluarkan oleh satwa untuk berkomunikasi, peringatan atau tujuan tertentu lainnya.

Bekas makan
Bekas makan merupakan sisa dari pakan satwa tersebut. Biasanya pada karnifora mereka sering disimpan pada tanah atau ditimbun dengan daun yang berada di lantai hutan dengan tujuan menyimpan buruan mereka tersebut karena tidak habis. Pada herbivora tropis jarang ditemukan satwa tersebut melakukan penimbunan makanan. Akan tetapi bekas makan mereka ini bisa di lihat dari patahan-patahan ranting atau sobekan-sobekan daun, tapi ini sangat sulit dan kurang otentik.

Informasi yang kita temukan haruslah diambil sebanyak-banyaknya dan sedetil-detilnya ini berguna dalam kita memberikan laporan yang akurat dan terpecaya. Untuk itu dalam pembuatan laporan akan lebih ilmiah kita ikut sertakan foto-fota dalam pengamtan atau pengambilan sampel temuan. Sehingga pembaca akan lebih yakin dengan temuan dalam pengamatan kita tersebut.