Deskripsi
Cerek Pasir Mongolia merupakan burung air yang memiliki ukuran 18-21 cm, dengan berat badan sekitar 58-71 gr. Ketika musim kawin, jantan memiliki mahkota bewarna abu-abu kecoklatan. Warna tengkuk coklat kemerah-merahan, sedangkan dibelakang leher bewarna coklat, dan punggung nya bewarna abu-abu kecoklatan. Muka terlihat seperti memiliki topeng hitam yang terbentang dari pangkal paruh, melewati mata ketelinga dengan garis hitam dibagian atasnya. Bagian bawah dahi dipisahkan oleh bagian yang bewarna putih, sedangkan alis pucat dan dagu serta tenggorokan bewarna putih. Daerah dada coklat kemerahan dan terhubung dengan bagian belakang leher. Hal ini ditandai dengan garis hitam yang memanjang dari bawah topeng dan sisa bagian bawah tubuhnya bewarna putih. Bagian sayap atas umumnya bewarna abu-abu kecolatan mekipun pada saat mereka terbang terlihat bulu primer dan bulu untuk terbangnya bewarna hitam. sedangkan bagian bawah sayap bewarna putih dengan bagian pinggir yang gelap. Paruh bewarna hitam, mata bewarna coklat gelap, dan kaki bewarna abu-abu gelap akan tetapi terkadang kehijau-hijauan (marchant & higgins, 1993). Betina terlihat hampir sama dengan jantan kecuali warna topengnya bewarna abu-abu gelap kecolatan atau bewarna karat, tidak hitam dan tidak memiliki garis kehitam yang memanjang dari pangkal paruh ke belakang mata. Sisi leher dan dada bewarna coklat kusam dan tidak ada garis hitam yang membatasinya (marchant & higgins, 1993). Dalam keadaan tidak masa briding, bulu akan bewarna abu-abu kecoklat-coklatan. Sedangkan pada burung remaja, bulu mereka sama dengan warna bulu burung dewasa pada keadaan tidak musim kawin, akan tetapi terlihat kekuning-kuningan pada pinggir bulu mereka.
Penyebaran Global.
Penyebaran pada Musim Kawin
Penyebaran Cerek monglia di Siberia kurang dikenal (Marchant & Higgins 1993), akan tetapi perkembang biak jenis ini sudah tercatat pada berbagai daerah yang tersebar di bagian tengah dan utara-timur Asia. Daerah-daerah tersebut meliputi: SemenanjungChukotski (DAS Sungai Anadyr); Koreyak Highlands, Semenanjung Kamchatka, Kepulauan Kurile utara dan DAS Sungai Kolyma dan sungai Indigirka; pantai utara Laut Okhotsk, sampai bagian barat Okhotsk, area utara pegunungan Dzhugdzhur, hulu Sungai Zeya dan mungkin sampai antara utara-timur Danau Baikal, dan di daerah barat Cina dan Mongolia selatan, dari utara sampai ketimur Tien Shan Mountains, bagian selatan Himalaya dan wilayah barat Pamir (Ali & Ripley 1980; Dement’ev & Gladkov 1951; Lane 1987; Marchant & Higgins, 1993; Tomkovich 2003).
Fase tertentu
Jalur migrasi Asian-Australasia timur, Cerek pasir mongolia ini tercatat bermigrasi ke daerah selatan-timur Siberia, timur dan selatan China, Jepang, Semenanjung Korea, negara-negara di Indocina, Filipina, Indonesia, New Guinea dan beberapa pulau di selatan-barat Samudera Pasifik (Lane 1987; Marchant & Higgins 1993). Di tempat lain, spesies tersebut juga tercatat melewati pegunungan Himalaya dan India, Transbaikalia dan Manchuria, dan juga di sebagian besar negara di pantai utara dan barat Samudra Hindia (Ali & Ripley 1980; Keram & Simmons 1983; Dement’ev & Gladkov 1951;. Grimmett et al 1999b; Wiersma 1996).
Penyebaran di luar musim kawin.
Beberapa Cerek pasir mongolia tetep berada di daerah-daerah yang mengalami musim dingin pada jalur rute migrasi mereka. Akan tetapi kebanyakan bereda di jalur migrasi bagian timur Asian-Australasian menuju Australia, dan jenis ini merupakan pengunjung langka tetapi selalu ada di Selandia Baru. Kurang dari 5 burung jenis ini yang tercatat setiap tahunnya (Heather & Robertson 2000; Marchant & Higgins, 1993; Watkins, 1993). daerah lain dapat di temukan di Afrika timur sampai keselatan, dari pantai barat Laut Merah sampai ke Afrika Selatan (Perkotaan et al, 1986.). Jenis ini juga sampai ke Eropa dan Timur Tengah (Keram & Simmons 1983) juga Amerika Utara (e.g. McRae 1985). Cerek pasir mongolia ini tidak dianggap terancam populasinya di dunia (Wiersma 1996). Populasi keseluruhan jenis ini di perkirakan antara 180000 dan 330000 (Wiersma 1996), sedangkan menurut Birdlife International (2007) sekitar 130000 dan 150000 di dunia.
Diperkirakan sekitar 7,5% dari populasi dunia jenis Cerek pasir mongolia ini berada di Australia, dan sekitar 18-19% berada di jalur terbang Asia timur-Australasia (25000 burung dari 130000-140000 pada jalur terbang) (Bamford et al. 2006; Stewart et al. 2007). Cerek pasir mongolia ini akan bermigrasi dari australia ke dua atau tiga daerah pembiakan (briding) yang berbeda di tengah atau timur Asia rn Asia (Marchant & Higgins 1993; Stewart et al. 2007; Watkins 1993), dan ini bisa saja terpengaruh oleh ancaman global.
Informasi populasi
Populasi keseluruhan jenis ini di perkirakan antara 180000 dan 330000 (Wiersma 1996), sedangkan menurut Birdlife International (2007) sekitar 130000 dan 150000 di dunia. Terdiri dari Charadrius mongolus mongolus, 25 000–100 000 birds; Charadrius mongolus pamirensis, 30 000; Charadrius mongolus atrifrons, 100 000; subspecies Charadrius mongolus schaeferi, 25 000–100 000; and Charadrius mongolus stegmanni, tidak diketahui jumlahnya (Wiersma 1996). dari jumlah tersebut, diperkirakan 130000-140000 burung terdapat di jalur terbang Asia timur-Australasia lasian Flyway (Bamford et al. 2006; Stewart et al. 2007).
Diperkirakan sekitar 7,5% dari populasi dunia jenis Cerek pasir mongolia ini berada di Australia, dan sekitar 18-19% berada di jalur terbang Asia timur-Australasia (25000 burung dari 130000-140000 pada jalur terbang) (Bamford et al. 2006; Stewart et al. 2007). Cerek pasir mongolia ini akan bermigrasi dari Australia ke dua atau tiga daerah pembiakan (briding) yang berbeda di tengah atau timur Asia rn Asia (Marchant & Higgins 1993; Stewart et al. 2007; Watkins 1993), dan ini bisa saja terpengaruh oleh ancaman global.
Tren populasi secara glbal jenis Cerek pasir mongolia ini belum pernah di hitung. Di Australia jenis ini menunjukkan penurunan populasi pada daerah-daerah hunian antara tahun 1980-an awal dan akhir 1990-an serta Awal 2000 (Barrett et al. 2003), tetapi trend keseluruhannya di temukan dalam Summer Population Monitoring Counts tetap dalam keadaan stabil, meskipun fluktuasi besar pada penghitungan (Harris 1994, 1995, 1996, 1997, 1999b, 2000; Hewish 1987a, 1990, 1992; Skewes 2002, 2003, 2004, 2005, 2007; Wilson 2001c). Jumalah Cerek pasir mongolia tercatat di Australia setiap tahunnya berfariasi secara siknifikan. Fluktuasi yang terjadi dianggap mencerminkan sebagai faktor-faktor tempat perkembang biakan di Australia. Faktor-faktor tersebut seperti siklus lemming yang mempengaruhi tingkat predasi dari sarang-sarang burung pengembara dan jumlah burung-burung muda yang kemudian tiba di daerah non-biak (Rogers et al 2005.).
Habitat
pada daerah non-berkembang biak di Australia, jenis ini biasanya berada pada daerah pesisir dan muara pantai. Cerek pasir mongolia juga mendiami daerah pasang surut atau daerah berlumpur di teluk-teluk, pelabuhan dan muara, terkadang di pinggir pantai, karang-karang, daerah berbatu yang memiliki gelombang tinggi dan daerah-daerah berbatu lainnya di pesisir pantai. tempat lain nya seperti rawa-rawa garam atau di antara hutan-hutan bakau. Jenis ini juga mendiapmi tambak-tambak garam, rawa-rawa payau dan pulau-pulau berpasir atau berlumpur di muara sungai (Marchant & Higgins 1993). Cerek pasir mongolia jarang di temukan jauh dari pantai, di pinggir-pinggir danau, atau rawa-rawa (Marchant & Higgins 1993). Untuk berkembang biak mereka memilih daerah-daerah yang di lembah-lembah gunung (Dement’ev & Gladkov 1951).
Habitat makan
Cerek pasir mongolia memiliki daerah mencari makan yang cukup luas, seperti daerah-daerah intertidal dan pulau-pulau lumpur pasir di muara-muara sungai atau pantai, atau juga dapat ditemukan mencari makan di daerah-daerah tambak yang dangkal (Evans 1975; Hindwood & Hoskin 1954; Johnstone & Storr 1998; McGill & Keast 1945; Thomas 1968). Jenis ini juga sering mencari makan di daerah berbatu karang dan pada margin sungai berpasir atau berlumpur (Booth 1982; Evans 1975; McGill & Keast 1945; Pegler 1983).
Habitat bertengger
Biasanya jenis Cerek pasir memilih daerah bertengger di dekat tempat mencari makan mereka, di pantai, di pinggir-pinggir sungai berpasir (McGill & Keast 1945; Pegler 1983), dan sekali-kali mereka bertengger di pulau-pulau berbatu atau karang-karang (McGill & Keast 1945).
Siklus hidup
Cerek pasir mongolia mulai berkembang biak ketika mereka sudah berumur 2 tahun, dan mereka dapat hidup setidaknya sampai berumur 20,5 tahun. Selain itu jenis burung pantai ini mereka tidak berkembang biak di Australia (Marchant & Higgins 1993). Cerek pasir bertelur antara pertengahan Mei dan pertengahan Juni. Mereka bersarang di ceruk-ceruk yang terdapat di pasir atau di batu-batu krikil, tapi terkadang merek bersarang di bekasjejak telapak kaki ternak atau di samping batu-batu besar atau semak belaukar. Pada masa kawin mereka dapat bertelur sampai tiga butir, tetapi terkadang dua yang di ingkubasi selama 22-24 hari. Anak yang menetas cenderung di pelihara oleh jantan, akan tetapi terkadang oleh kedua orang tua mereka dan mereka dapat terbang setelah 30-35 hari (Wiersma 1996).
Pakan
Selama musim tidak berbiak Carek pasir mongolia ini memakan invertebrata, seperti mollusca (terutama bivalves), cacing, crustacea (terutama kepiting) dan serangga (Domm & Recher 1973; Lane 1987). di tempat berbiak mereka kebanyakan memakan kumbang dan larva lalat (Dement’ev & Gladkov 1951; Wiersma 1996).
Pola pergerakan
Cerek pasir mongolia merupakan salah satu jenis burung migrasi yang berkembang biak di belahan bumi utara dan terbang keselatan selama musim dingin. sub-jenis yang berbeda memiliki rentang perbedaan musim kawin dan musim tidak berbiak, meskipun rentang masa tidak berbiak sub jenis mongolus dan stegmanni tumpang tindi di bagian selatan Cina, Filipina, thailand, Malaysia, Indonesia bagian barat dan Australia utara, dan sub jenis schaeferi mungkin juga terjadi di utara-barat Australia (Cramp & Simmons 1983; Lane 1987; Marchant & Higgins 1993).
Kebarangkatan menuju daerah berkembang biak
Sub jenis stegmanni umumnya meninggalkan tempat berkembang biak pada akhir september, sedangkan betinanya berangkat pada ahir juni (meskipun sebahagian besar berangkat pada bulan agustus dan awal september), dan burung-burung remaja berangkat dalam dua atau tiga minggu pertama di bulan septermber (Cramp & Simmons 1983; Dement’ev & Gladkov 1951; Wiersma 1996). Waktu keberangkatan dari tempat berbiak subjenis mongolus tidak diketahu, akan tetapi mungkin mirip dengan jenis stegmanni (Marchant & Higgins 1993).
Perjalanan ke selatan
Perjalanan ke daerah selatan oleh jenis Cerek pasir mongolia ini menyusuri sepanjang pantai Okhotsk sampai ke Cina antara bulan Juli dan September (Barter 2002; Cramp & Simmons 1983; Gerasimov & Huettmann 2006; Zheng et al. 2006). Mereka juga tercatat di semenanjung Korea, terutama di bulan September dan bulan Oktober (Barter 2002; Gore & Won 1971; Moores 2006); in Japan ), umumnya juga di temukan di Filipina pada bulan Agustus (Dickinson et al. 1991); dan sampai di indonesia antara bulan Agustus dan november (Ash 1984; White 1975; White & Bruce 1986). Mereka biasanya tiba di New Guinea pada bulan Agustus (Coates, 1985).
Musim tidak berbiak di Australia.
Jenis ini tiba di Australi sebagaina besar antara bulan Septermber dan April atau Mei, dengan jumlah terbesar berada di Australia utara (Alcorn et al. 1994; Lane 1987; Marchant & Higgins 1993). Umumya burung-burung di Australia antara bulan Agustus dan bulan Oktober, dan mulai bergerak sepajang pesisir utara sampai ketimur bulan Oktober dan Bulan November (Alcorn et al. 1994; Marchant & Higgins 1993; Starks & Lane 1987). Umumnya jumlah maksimum sampai di beberapa tempat di Australia adalah pada bulan-bulan desember, dan kemudia jumlah yang besar ini akan bertahan sampai akhir Februari (Alcorn et al. 1994; Marchant & Higgins 1993). Daerah Australia bagian selatan jumlah pendatang akan meningkat antara Agustus dan Desember (Alcorn 1988; Congreve & Congreve 1982; Lane 1987). Sedangkan di Australia utara akan meningkat pada bulan-bulan Februari dan April, Hal ini menunjukkan bahwa burung-burung akan bergerak sepanjang pantai timur dan utara sebelum bermigrasi dimulai ke utara pada bulan April (Marchant & Higgins 1993).
Pergerakan lokal sementara di Australia
Selain mempengaruhi dan melakukan perpindahan migrasi ke utara, jumlah Cerek pasir mongolia akan mengalami jumlah konstan pada berbagai daerah di mulai pada mubulan bulan pertengahan November-Februari akhir, namun di beberapa daerah juga mengalami fluktuasi hal ini berkaitan denga aktifitas pasang surut air laut (Evans 1975).
Daerah Utara
Ketika melakukan migrasi ke utara menuju derah perkembang biakan, cerek pasir mongolia tercatat melewati Indonesia timur pada bulan Februari, namun lebih banyak pada bulan April dan Juni (White & Bruce 1986). Mereka meninggalkan atau melewati New Guinea pada pertengahan Mei (Coates 1985; Hicks 1990) dan banyak yang terlihat melewati Filipina antara Februari dan April (Dickinson et al. 1991; Magsalay 1990). Kemudian mereka melewati Hongkong dan daratan timur Cina antara akhir Maret dan Pertengahan mei (Chalmers 1986; Howes 1987; Ma et al. 2006) dan juga terlihat di semenanjung Korea pada bulan Mei (Gore & Won 1971). Spesies ini hampir di temukan seluruh daerah-daerah pesir Jepang (Orn. Soc. Japan 2000) dan jenis burung ini di temukan di bagian laut Okhotsk pada bulan Mei dan awal Juni (Gerasimov & Huettmann 2006).
Sub-jenis stegmanni tiba di tempat berkembang biak selama awal mei, akan tetapi sub jenis mongolia tidak di ketahui kapan sampainya (Dement’ev & Gladkov 1951).
Salah satu daerah yang sangat penting bagi spesies ini adalah Laut kuning, di karenakan daerah mendukung 50% populasi dari dua jenis seperti C.m. mongolus dan C. m. stegmanni selama bermigrasi ke utara dan umumnya jens ini berada di Laut kuning selama migrasi ke selatan. Terdapat 7 daerah internasional sangat penting (tujuh di Korea Selatan dan empat di Cina). Enam lokasi secara internasional, penting selama migrasi baik ke utara maupun keselatan Yancheng NNR, Ganghwa Do, Yeong Jong Do, Namyang Man, Mangyeung Gang Hagu and Dongjin Gang Hagu (Barter 2002). Beberapa daerah di Teluk Thailand juga sangat penting ketika migrasi jenis ini (Lane 1987; Round 2006).
Ancaman Global
Banyak sekali ancaman yang memperngaruhi burung pantai migrasi di Asia-Australasia jalur terbang timur. Acaman paling besar adalah kehilangan habitat mereka (Melville 1997). Daerah-daerah yang digunakan untuk singgah selama migrasi melewati Asia Timur banyak yang hilang dan terdegredasi oleh kegitan reklaming untuk pembangunan daerah (Barter 2002, 2005; Ge et al. 2007). Hal ini terlihat di Laut Kuning, dimana setidaknya 40% daerah intertidal telah di reklamasi. Contoh lain tingginya laju reklamasi yang tinggi seperti yang terjadi di Korea Selatan, muara Sungai Dongjin Mangyeung yang mendukung 5% masing populasi gabungan rute terbang (daerah penting spesies migrasi baik utara dan selatan), akan tetapi pada saat ini telah tereklamasi sebagai proyek reklamasi Saemangeum (Barter 2002, 2005).
Burung migrasi juga terpengaruh oleh Polusi Udara, baik di bagian dan daerah-daerah tidak berbiak (Harding et al 2007;. Melville 1997;. Wei et al 2006). Selain itu gangguan dari kegiatan manusia, termasuk rekreasi, panen kerang, memancing dan budidaya cenderung meningkat secara signifikan di masa depan (Barter et al 2005;. Davidson & Rothwell 1993). Pemanasan global dan perubahan yang terjadi di permukaan laut cenderung memiliki dampak jangka panjang bagi burung pantai migran.
Reference : http://www.environment.gov.au/cgi-bin/sprat/public/publicspecies.pl?taxon_id=879


Tinggalkan komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini